CITRA DIGITAL : Cara Perolehan & karakteristiknya
sistem 2 BIT
0=0 0 = hitam
0=1 1 = abu-abu gelap
1=0 2 = abu-abu terang
1=1 3 = putih B. CITRA DIGITAL
1. Cara perolehan dan karakteristiknya.
a. Bagaimana citra digital diperoleh;
· Foto grafik
· Penarikan multispektral
b. Tiap baris (larik) pada gambar yang dihasilkan terdiri atas sekumpulan sel-sel penyusun gambar yang disebut piksel (pixel) kependekan dari picture elemant.
c. Tiap pixel mewakili satu luasan tertentu
d. Proses kerja pelarik tidak dapat di lepaskan dari proses kerja komputer, karena tipe data yang dihasilkanpun biasanya harus diolah dengan komputer.
e. Kemampuan komputer ( menuggu sensor bekerja dalam 8 bit. Bit merupakan satuan terkecil informasi yang mengirimkan ada tidaknya arus yang masuk)
f. Mengingat bahwa komputer merupakan media elektronik yang dipakai merupakan basis binar (0 dan 1).
g. Nol (0) berarti mati, satu (1) berarti hidup.
h. Informasi yang ditransfer disimpan didalam komputer.
sistem 1 BIT
0 mati (hitam)
1 hidup (putih)
2.
Bagaimana sitra digital disimpan
a. Informasi dengan basis 8 bit di simpan dalam bentuk bite.
b. Bite merupakan satuan informasi yang terdiri atas 8 bit. Untuk 8 bit (1 bit) tiap data (pixel), akan disimpan dalam bite yang terpisah.
c. Dengan kata lain tiap 1 pixel akan disimpan sebagai 1 byte. Nilai 1 kilobyte = (1 kb) sama dengan nilai 20 = 2.
d. Sistem raster dikenal sebagai sistem penyampaian data citra yang sederhana, namun batas tempat.
e. Digunakan sebagai sensor multisaluran.
f. Dihasilkan beberapa citra yang menggunakan objek yang sama, namun menyajikan variasi nilai pixel.
· Band sequential (BSQ)
· Band interleaved (BIL)
· Band interleaved by pixel (BIP)
· Run length enceding (RLE)
g. Band sequential (BSQ)
Format BSQ, citra yang dihasilkan dari setiap saluran disimpan sebagai berkas ( file ) yang terpisah. Urutan penyimpanan data dilakukan mulai dari baris pertama saluran 1, baris kedua, baris ketiga, … baris terakhir. Data ini disimpan sebagai sebagai file saluran 1. Dilanjutkan dari baris pertama untuk saluran 2 hingga baris terakhir pula. Jadi, jika terdapat 3 saluran maka dihasilkan 3 berkas citra.
Contoh; saluran 1
0 1 2 3 4 5 6
0 A A A A A A A
1 A A A B B B B
2 B B B C C C C
Maka file saluran 1 ;
A A A A A A A A A A B B B B B B B C C C C
Contoh; saluran 2
0 1 2 3 4 5 6
0 A A A A A B B
1 B B B C C C C
2 C D D D D D D
Maka file saluran 2;
A A A A A B B B B B C C C C C D D D D D D
Dan seterusnya.
h. Band Interleaved by Line (BIL)
Format BIL, penyimpanan dilakukan dari baris pertama saluran pertama yang dilanjutkan dengan baris pertama pada saluran 2 lalu dilanjutkan dengan baris pertama pada saluran 3, begitu seterusnya sebanyak jumlah saluran yang dimiliki. Setelah itu, dilanjutkan dengan baris kedua saluran 1 dan seterusnya seperti pola pada baris pertama. Begitu seterusnya sampai baris terakhir pada saluran terakhir. Seluruh data citra disimpan sebagai satu berkas.
Contoh; saluran 1
0 1 2 3 4 5 6
0 A A A A A A A
1 A A A B B B B
2 B B B C C C C
Contoh ; saluran 2
0 1 2 3 4 5 6
0 A A A A A B B
1 B B B C C C C
2 C D D D D D D
Maka filenya adalah;
A A A A A A A A A A A A B B
A A A B B B B B B B C C C C
B B B C C C C C D D D D D D
dan seterusnya.
i. Band Interleaved by pixel (BIP)
Format BIP, penyimpanan tipe ini ada kemiripan dengan tipe BIL yang berbasis baris (line) hanya saja basisnya ialah per piksel. Penyimpanan dimulai dari piksel pertama pada saluran 1 yang dilanjutkan dengan piksel pertama pada saluran dua lalu begitu seterusnya sampai pada saluran terakhir. Dilanjutkan dengan piksel kedua pada saluran pertama dan dilanjutkan sama dengan pola pada piksel pertama sebelumnya. Serupa dengan BIL, seluruh data citra disimpan sebagai satu berkas.
Contoh; saluran 1
9 5 9 2 5 4 5 6
2 2 1 3 9 2 4 7
1 9 7 1 4 7 2 1
2 3 6 9 1 1 2 1
Contoh; saluran 2
2 4 1 6 3 5 5 6
9 9 4 5 2 1 1 9
3 5 8 1 4 9 4 2
1 4 5 5 6 3 2 4
Maka filenya;
9 2 5 4 9 1 2 6 5 3 4 5 5 5 6 6
2 9 2 9 1 4 3 5 9 2 2 1 4 1 7 9
1 3 9 5 7 8 1 1 4 4 7 9 2 4 1 2
2 1 3 4 6 5 9 5 1 6 1 3 2 2 1 4
j. Run-length Encoding (RLE )
Pada ketiga format sebelumnya, yaitu BSQ, BIL, dan BIP hanya mengalami perubahan sistematika cara penyimpanan data citra multisaluran tanpa ada perubahan ukuran (jumlah byte) data. Format RLE, memberikan kelebihan berupa jumlah byte citra yang dapat dimamaatkan tanpa mengurangi kandungan informasinya. Prinsip penyimpanannya ialah dengan mengekspresikan kembali jumlah piksel yang berurutan dengan nilai yang sama sebagai satu pasangan nilai. Ilustrasinya ialah apabila pada satu baris pelarikan terdapat beberapa piksel dengan nilai sama maka nilai-nilai ini tidak perlu berulang kali disimpan sebagai byte terpisah sehingga apabila kenampakan objek pada citra relatif homogen akan dapat disimpan dengan lebih efisien dan ukuran byte yang lebih kecil.
k. Resolution merupakan mendeteksi objek bersolving power atau berdaya besar.
l. Resolution dibagi menjadi 4 bagian;
· Resolution radiometrik
· Resolution temporal
· Resolution spetral
· Resolution spasial
m. Resolution radiometrik
merupakan ukuran sensitivitas sensor untuk membedakan aliran radiasi yang dipantulkan atau diemisikan suatu objek oleh bumi.
n. Resolution temporal
merupakan frekuensi suatu sistem sensor merekam suatu areal yang sama seperti lansat TM yang mempunyai ulasan setiap 16 hari. SPOT 26 hari dan lain sebagainya.
o. Resolution spektral
merupakan dimensi dan jumlah daerah panjang gelombang yang sensitif terhadap sensor
p. Resolution spasial
merupakan ukuran terkecil dari suatu permukaan bumi yang bisa di bedakan dengan bentuk permukaan disekitarnya. CITRA DIGITAL : Cara Perolehan & karakteristiknya
Pengolahan dan Interpretasi Data Citra
Kamis, 15 Maret 2018
Senin, 12 Maret 2018
Materi I kuliah Pengolahan dan Interpretasi Data Citra
MATERI KULIAH 1
Pengolahan citra
Pengolahan citra adalah pemrosesan citra khususnya dengan menggunakan komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik.
Pengertian Pengolahan Citra Digital
Istilah citra digital sangat populer pada masa kini. Banyak peralatan elektronik yang menghasilkan citra digital; misalnya scanner, kamera digital, mikroskop digital, dan fingerprint reader (pembaca sidik jari).
Perangkat lunak untuk mengolah citra digital juga sangat populer digunakan oleh pengguna untuk mengolah foto atau untuk berbagai keperluan lain.
Sebagai contoh, Adobe Photoshop dan GIMP ( GNU Image Manipulation Program ) menyajikan berbagai fitur untuk memanipulasi citra digital.
Tujuan pengolahan citra
Umumnya operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra yang dimaksudkan untuk :
- Elemen di dalam citra perlu dikelompokan, dicocokan atau diukur
- Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung di dalam citra
- sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra lain
Pengolahan citra
a. Pengolahan citra merupakan pemrosesan citra khususnya dengan menggunakan komputer menjadi citre yang berkualitas lebih tinggi.
b. Sebagai contoh, citra burung tampak agak gelap lalu dengan operasi pengolahan citra kontrasnya diperbaiki sehingga menjadi lebih terang dan tajam.
c. Tujuan pengolahan citra ; umumnya operasi-operasi pada penglahan citra ditetapkan pada citra di maksudkan untuk (YAI89).
· Elemen didalam citra perlu dikelompokan, dicocokan, atau diukur.
· Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan atau untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkadang di dalam citra.
· Sebagian citra perlu di golongkan dengan bagian citra yang lain.
d. Didalam bidang komputer, sebenarnya ada tiga bidang studi yang berkaitan dengan data citra, namun ketiganya berbeda yaitu;
· Grafik komputer
Grafik komputer bertujuan menghasilkan citra (lebih berat disebut atau picture) dengan primitif-primitif geometri seperti garis lingkarandan sebagainya.
· Pengolahan citra
· Pengenalan pola
1. Pengolahan citra
a. Bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra agar mudah di inteprestasikan oleh manusia atau mesin (komputer).
b. Teknik pengolahan mentransformasikan citra menjadi citra lain, jadi masukannya adalah citra dan keluarganya citra juga.
c. Contoh pengolahan citra;
· Perubahan kontras citra.
· Citra lena.
2. Pengenalan pola
a. Merupakan pengelompokan data numerik dan sumbalik, termasuk citra secara otomatis oleh mesin.
b. Tujuan pengenalan pola adalah untuk mengenal suatu objek di dalam citra.
c. Kemampuan sistem visual manusia. Komputer menerima informasi data citra.
d. Contoh pengenalan pola; interprestasi citra.
1. Defenisi interprestasi citra
Merupakan pengolahan objek pada citra di dalam pengenalan objek yang tergambar pada citra ada 3 rangkaian kegiatan yang di perlukan yaitu;
· Deteksi
Merupakan pengamatan atas adanya suatu objek.
· Identifikasi
Merupakan upaya menerima objek yang telah di deteksi.
· Analisis
Merupakan kumpulan keterangan lebih lanjut.
2. Komputer vision dan hubungan dengan pengolahan dan interprestasi data citra.
· Termonologi lain yang berkaitan erat dengan pengolahan citra adalah komputer vision atau machine vision.
· Pada hakikatnya komputer vision mencoba meniru cara kerja sistem visual manusia.
· Human vision sesungguhnya sangat kompleks.
3. Proses didalam komputer vision dapat di bagi menjadi 3 aktivitas;
· Memperoleh atau mengakusisi citra digital.
· Melakukan teknik komputerisasi untuk memproses atau memodifikasi data citra.
· Menganalisis dan menginterprestasikan citra dan menggunakan hasil pemrosesan untuk tujuan tertentu, contohnya; memandu robot, mengontrol alat.
4. Operasi pengenalan citra
· Pergerakan citra.
Bertujuan menghitung bersama kuantitatif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya.
· Teknik pergerakan citra.
Menginteraksi ciri-ciri tertentu yang membantu dalam identifikasi objek proses segmentasi, kadang diperlukan untuk melokasikan objek yang di inginkan dari sekelilingnya. Contohnya; opersi pergerakan citra, pengolahan dan interprestasikan data citra.

Contoh alat untuk menghasilkan citra digital
Istilah pengolahan citra digital menyatakan “pemrosesan gambar berdimensi-dua melalui komputer digital” (Jain, 1989).
Menurut Efford (2000), pengolahan citra adalah istilah umum untuk berbagai teknik yang keberadaannya untuk memanipulasi dan memodifikasi citra dengan berbagai cara.
Foto adalah contoh gambar berdimensi dua yang bisa diolah dengan mudah. Setiap foto dalam bentuk citra digital (misalnya berasal dari kamera digital) dapat diolah melalui perangkat-lunak tertentu.
• istilah “citra digital” akan dinyatakan dengan “pengolahan citra” saja.
• Citra analog. à Foto yang ditempelkan pada kartu mahasiswa adalah contoh citra analog. Agar foto tersebut bisa diproses oleh komputer maka harus didigitalkan melalui alat pemindai.
Aplikasi pengolahan citra makin meluas. Di dunia kedokteran, pengolahan citra mempunyai peran yang sangat besar. CT Scan ( Computed Tomography Scan )
Tomografi adalah proses untuk menghasilkan citra berdimensi dua dari potongan objek berdimensi tiga dari sejumlah hasil pemindaian satu-dimensi.


Contoh gambar CT scan dan hasil CT scan
• Pengolahan citra juga dapat dimanfaatkan, untuk kepentingan penentuan jenis tanaman hias melalui ciri-ciri citra daun.
• sistem web dapat mencarikan informasi yang sesuai dengan citra tersebut. Gambar berikut memperlihatkan contoh hasil pencarian jenis tanaman hias.

Berbagai aplikasi pengolahan citra juga telah dilakukan di Indonesia.
• Identifikasi sidik jari (Isnanto, dkk., 2007)
• Pencarian database orang melalui foto orang (Aribowo, 2009)
• Identifikasi kematangan buah tomat (Noor dan Hariadi, 2009)
• Identifikasi penyakit Diabetes mellitus melalui citra kelopak mata (Rachmad, 2009)
• Ekstraksi fitur motif batik (Mulaab, 2010)
• Identifikasi telapak tangan (Putra dan Erdiawan, 2010)
Contoh pengolahan citra :
Representasi Citra Digital
Citra digital dibentuk oleh kumpulan kotak yang dinamakan piksel ( pixel atau “picture element”).
Sistem koordinat yang dipakai untuk menyatakan citra digital ditunjukkan pada Gambar berikut

Gambar Sistem koordinat citra berukuran M x N (M baris dan N kolom)
Dalam hal ini, x menyatakan posisi kolom; y menyatakan posisi baris;
piksel pojok kiri-atas mempunyai koordinat (0, 0) dan piksel pada pojok kanan-bawah mempunyai koordinat (N-1, M-1).
• Dengan menggunakan notasi MATLAB, citra dinyatakan dengan f(y, x)
• Sebagai contoh, citra yang berukuran 12 x 12 yang terdapat pada Gambar 2.2 (a) memiliki susunan data seperti terlihat pada Gambar 2.2(b).
• Adapun Gambar 2.3 menunjukkan contoh penotasian f(y,x). Berdasarkan gambar tersebut maka:
• f(2,1) bernilai 6
• f(4,7) bernilai 237
• Pada citra berskala keabuan, nilai seperti 6 atau 237 dinamakan sebagai intensitas.
Gambar Citra dan nilai penyusun piksel

Gambar Notasi piksel dalam citra
Kuantisasi Citra
Citra digital dibentuk melalui pendekatan yang dinamakan kuantisasi. Kuantisasi adalah prosedur yang dipakai untuk membuat suatu isyarat yang bersifat kontinu ke dalam bentuk diskret.
Untuk mempermudah pemahaman konsep ini, lihatlah Gambar (a) menyatakan isyarat analog menurut perjalanan waktu t, sedangkan Gambar (b) menyatakan isyarat diskret.

Pada isyarat digital, nilai intensitas citra dibuat diskret atau terkuantisasi dalam sejumlah nilai bulat. Gambar a) menunjukkan contoh citra biner dua nilai intensitas berupa 0 (hitam) dan 1 (putih).
Selanjutnya, gambar tersebut ditumpangkan pada grid 8x8 seperti yang diperlihatkan pada Gambar (b).
Gambar Digitalisasi citra biner 8x8 piksel untuk memperlihatkan bentuk piksel ideal.
Dengan demikian, citra digital akan lebih baik (lebih sesuai aslinya) apabila ukuran piksel diperkecil atau jumlah piksel diperbanyak.

Gambar Digitalisasi citra biner 8x8 piksel untuk memperlihatkan bentuk piksel ideal
Pengolahan citra
Pengolahan citra adalah pemrosesan citra khususnya dengan menggunakan komputer, menjadi citra yang kualitasnya lebih baik.
Pengertian Pengolahan Citra Digital
Istilah citra digital sangat populer pada masa kini. Banyak peralatan elektronik yang menghasilkan citra digital; misalnya scanner, kamera digital, mikroskop digital, dan fingerprint reader (pembaca sidik jari).
Perangkat lunak untuk mengolah citra digital juga sangat populer digunakan oleh pengguna untuk mengolah foto atau untuk berbagai keperluan lain.
Sebagai contoh, Adobe Photoshop dan GIMP ( GNU Image Manipulation Program ) menyajikan berbagai fitur untuk memanipulasi citra digital.
Tujuan pengolahan citra
Umumnya operasi-operasi pada pengolahan citra diterapkan pada citra yang dimaksudkan untuk :
- Elemen di dalam citra perlu dikelompokan, dicocokan atau diukur
- Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung di dalam citra
- sebagian citra perlu digabung dengan bagian citra lain
Pengolahan citra
a. Pengolahan citra merupakan pemrosesan citra khususnya dengan menggunakan komputer menjadi citre yang berkualitas lebih tinggi.
b. Sebagai contoh, citra burung tampak agak gelap lalu dengan operasi pengolahan citra kontrasnya diperbaiki sehingga menjadi lebih terang dan tajam.
c. Tujuan pengolahan citra ; umumnya operasi-operasi pada penglahan citra ditetapkan pada citra di maksudkan untuk (YAI89).
· Elemen didalam citra perlu dikelompokan, dicocokan, atau diukur.
· Perbaikan atau memodifikasi citra perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penampakan atau untuk menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkadang di dalam citra.
· Sebagian citra perlu di golongkan dengan bagian citra yang lain.
d. Didalam bidang komputer, sebenarnya ada tiga bidang studi yang berkaitan dengan data citra, namun ketiganya berbeda yaitu;
· Grafik komputer
Grafik komputer bertujuan menghasilkan citra (lebih berat disebut atau picture) dengan primitif-primitif geometri seperti garis lingkarandan sebagainya.
· Pengolahan citra
· Pengenalan pola
1. Pengolahan citra
a. Bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra agar mudah di inteprestasikan oleh manusia atau mesin (komputer).
b. Teknik pengolahan mentransformasikan citra menjadi citra lain, jadi masukannya adalah citra dan keluarganya citra juga.
c. Contoh pengolahan citra;
· Perubahan kontras citra.
· Citra lena.
2. Pengenalan pola
a. Merupakan pengelompokan data numerik dan sumbalik, termasuk citra secara otomatis oleh mesin.
b. Tujuan pengenalan pola adalah untuk mengenal suatu objek di dalam citra.
c. Kemampuan sistem visual manusia. Komputer menerima informasi data citra.
d. Contoh pengenalan pola; interprestasi citra.
1. Defenisi interprestasi citra
Merupakan pengolahan objek pada citra di dalam pengenalan objek yang tergambar pada citra ada 3 rangkaian kegiatan yang di perlukan yaitu;
· Deteksi
Merupakan pengamatan atas adanya suatu objek.
· Identifikasi
Merupakan upaya menerima objek yang telah di deteksi.
· Analisis
Merupakan kumpulan keterangan lebih lanjut.
2. Komputer vision dan hubungan dengan pengolahan dan interprestasi data citra.
· Termonologi lain yang berkaitan erat dengan pengolahan citra adalah komputer vision atau machine vision.
· Pada hakikatnya komputer vision mencoba meniru cara kerja sistem visual manusia.
· Human vision sesungguhnya sangat kompleks.
3. Proses didalam komputer vision dapat di bagi menjadi 3 aktivitas;
· Memperoleh atau mengakusisi citra digital.
· Melakukan teknik komputerisasi untuk memproses atau memodifikasi data citra.
· Menganalisis dan menginterprestasikan citra dan menggunakan hasil pemrosesan untuk tujuan tertentu, contohnya; memandu robot, mengontrol alat.
4. Operasi pengenalan citra
· Pergerakan citra.
Bertujuan menghitung bersama kuantitatif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya.
· Teknik pergerakan citra.
Menginteraksi ciri-ciri tertentu yang membantu dalam identifikasi objek proses segmentasi, kadang diperlukan untuk melokasikan objek yang di inginkan dari sekelilingnya. Contohnya; opersi pergerakan citra, pengolahan dan interprestasikan data citra.

Contoh alat untuk menghasilkan citra digital
Istilah pengolahan citra digital menyatakan “pemrosesan gambar berdimensi-dua melalui komputer digital” (Jain, 1989).
Menurut Efford (2000), pengolahan citra adalah istilah umum untuk berbagai teknik yang keberadaannya untuk memanipulasi dan memodifikasi citra dengan berbagai cara.
Foto adalah contoh gambar berdimensi dua yang bisa diolah dengan mudah. Setiap foto dalam bentuk citra digital (misalnya berasal dari kamera digital) dapat diolah melalui perangkat-lunak tertentu.
• istilah “citra digital” akan dinyatakan dengan “pengolahan citra” saja.
• Citra analog. à Foto yang ditempelkan pada kartu mahasiswa adalah contoh citra analog. Agar foto tersebut bisa diproses oleh komputer maka harus didigitalkan melalui alat pemindai.
Aplikasi pengolahan citra makin meluas. Di dunia kedokteran, pengolahan citra mempunyai peran yang sangat besar. CT Scan ( Computed Tomography Scan )
Tomografi adalah proses untuk menghasilkan citra berdimensi dua dari potongan objek berdimensi tiga dari sejumlah hasil pemindaian satu-dimensi.
Contoh gambar CT scan dan hasil CT scan
• Pengolahan citra juga dapat dimanfaatkan, untuk kepentingan penentuan jenis tanaman hias melalui ciri-ciri citra daun.
• sistem web dapat mencarikan informasi yang sesuai dengan citra tersebut. Gambar berikut memperlihatkan contoh hasil pencarian jenis tanaman hias.
Berbagai aplikasi pengolahan citra juga telah dilakukan di Indonesia.
• Identifikasi sidik jari (Isnanto, dkk., 2007)
• Pencarian database orang melalui foto orang (Aribowo, 2009)
• Identifikasi kematangan buah tomat (Noor dan Hariadi, 2009)
• Identifikasi penyakit Diabetes mellitus melalui citra kelopak mata (Rachmad, 2009)
• Ekstraksi fitur motif batik (Mulaab, 2010)
• Identifikasi telapak tangan (Putra dan Erdiawan, 2010)
Contoh pengolahan citra :
Representasi Citra Digital
Citra digital dibentuk oleh kumpulan kotak yang dinamakan piksel ( pixel atau “picture element”).
Sistem koordinat yang dipakai untuk menyatakan citra digital ditunjukkan pada Gambar berikut
Gambar Sistem koordinat citra berukuran M x N (M baris dan N kolom)
Dalam hal ini, x menyatakan posisi kolom; y menyatakan posisi baris;
piksel pojok kiri-atas mempunyai koordinat (0, 0) dan piksel pada pojok kanan-bawah mempunyai koordinat (N-1, M-1).
• Dengan menggunakan notasi MATLAB, citra dinyatakan dengan f(y, x)
• Sebagai contoh, citra yang berukuran 12 x 12 yang terdapat pada Gambar 2.2 (a) memiliki susunan data seperti terlihat pada Gambar 2.2(b).
• Adapun Gambar 2.3 menunjukkan contoh penotasian f(y,x). Berdasarkan gambar tersebut maka:
• f(2,1) bernilai 6
• f(4,7) bernilai 237
• Pada citra berskala keabuan, nilai seperti 6 atau 237 dinamakan sebagai intensitas.
Gambar Citra dan nilai penyusun piksel

Gambar Notasi piksel dalam citra
Kuantisasi Citra
Citra digital dibentuk melalui pendekatan yang dinamakan kuantisasi. Kuantisasi adalah prosedur yang dipakai untuk membuat suatu isyarat yang bersifat kontinu ke dalam bentuk diskret.
Untuk mempermudah pemahaman konsep ini, lihatlah Gambar (a) menyatakan isyarat analog menurut perjalanan waktu t, sedangkan Gambar (b) menyatakan isyarat diskret.

Pada isyarat digital, nilai intensitas citra dibuat diskret atau terkuantisasi dalam sejumlah nilai bulat. Gambar a) menunjukkan contoh citra biner dua nilai intensitas berupa 0 (hitam) dan 1 (putih).
Selanjutnya, gambar tersebut ditumpangkan pada grid 8x8 seperti yang diperlihatkan pada Gambar (b).
Gambar Digitalisasi citra biner 8x8 piksel untuk memperlihatkan bentuk piksel ideal.
Dengan demikian, citra digital akan lebih baik (lebih sesuai aslinya) apabila ukuran piksel diperkecil atau jumlah piksel diperbanyak.

Gambar Digitalisasi citra biner 8x8 piksel untuk memperlihatkan bentuk piksel ideal
Langganan:
Postingan (Atom)
CITRA DIGITAL : Cara Perolehan & karakteristiknya sistem 2 BIT 0=0 0 = hitam 0=1 1 = abu-abu gelap 1=0 2 = abu-abu terang 1=1 3 = p...